Postingan

Hidup di Bawah Pohon Kecapi

Kata Bapak, sudah jarang orang menanam pohon Kecapi. Jadi bapak sengaja membawa cangkokan pohon kecapi dari kantornya ditanam di depan rumah. Saat masih ada bapak dan emak, hidup di bawah pohon kecapi hanya sebatas main, sekolah, dapat ranking, dan cuci piring setelah makan.  Seiring pohon kecapi bertumbuh besar, pemeran hidup di bawahnya pun berganti. Membuat hidup tidak sederhana lagi. Kakaknya janda yang belum bisa bangkit dari perceraian. Selalu kalah dengan sakit, menyerah mencari kerja. Terobsesi menikah lagi supaya bisa menyandarkan hidupnya. Cara dia merawat diri sama dengan caranya merawat rumah. Jorok, berantakan, dan berkerak. Dia berfikir, kalau menikah lagi rasa tidak enaknya bergantung kepada kakak dan adiknya akan hilang. Ahhh ... pikirnya ... apa engga tolol jalan fikiran seperti itu? Dengan kakak dan adiknya dia merasa engga enak sudah dibantu terus, bagaimana dengan orang yang baru dikenal? Suaminya menyarankan dia untuk menghentikan bantuan finansial kepa

Update Saldo Tapcash 😀

Langsung aja ya gaes, cara isi tapcash sambil leyeh-leyeh pakai mobile banking bni. Ikuti aja menu pengisian uang elektronik. Tapi masalahnya, saldo tap cash   kita tidak akan otomatis terisi. Tetap harus ada proses tempel kartu di mesin ATM, pakai update balance. Ternyata, untuk meng- update saldo ini ga perlu pakai kartu atm gaes. Ini langkah update balance di mesin ATM: 1. Tempelkan kartu tapcash pada pemindai. 2. Tekan tombol enter yang lama, sampai keluar pilihan menu. 3. pilih menu update balance , ikuti instruksi sampai transaksi selesai. 4. saldo anda ter update dan ga perlu marah-marah ke customer service karena lama antri 😂😆😅🌾

Kamu Tersayang

Kalau kau bilang bahwa aku tidak tahu rasanya disakiti, dihempaskan, dan dilupakan, kamu benar. Aku tidak tahu rasanya. Kalau kau bilang bahwa aku tidak tahu rasanya menjadi pesakitan yang dengan tiba-tiba pusing karena kolesterol melonjak, limbung karena gula darah tinggi, dan muntab karena emosi, kamu benar. Karena kenyataannya aku tidak pernah mengalami semuanya. Kalau kau bilang aku tak tahu rasanya menjadi kesepian, rindu ada gandengan, cemburu dengan semua orang yang punya pasangan, lagi-lagi kamu benar. Aku masih punya seseorang yang ada di sampingku merengkuh seluruh keluhku. Kalau kau bilang aku tak tahu rasanya menjadi seorang orang tua tunggal dengan 2 anak nakal tanpa perhatian ayah, kamu benar. Karena ayah anak-anakku selalu ada untuk mereka. Lalu kau tak mau ingat kenapa semua bisa terjadi? Bukan untuk menyalahkan dirimu, tapi semata-mata untuk berhenti menyalahkan orang lain. Karena orang lain itu sudah tak mendengar lagi, sudah tak mau melihat lagi, sudah tak ma

Cerita Hujan

Secangkir kopi membujukku, "Bersahabatlah dengan hujan hari ini. Menggenapi pahit dan masamku yang terlanjur kau siram air panas." Seonggok novel bergegas mengamini, "Duduklah dekat jendela sambil membaca ceritaku. Puluhan purnama telah kau diamkan aku." Aku sudah melipat selimut dan awalnya hendak pergi. Tapi dingin hujan kadung memeluk erat. Rintiknya merdu jatuh di atap. Kenapa juga harus merutuki hujan? Toh, derasnya ditunggu banyak ciptaan Tuhan? Aku pun setuju untuk diam. Menghirup rasa kopi, berpetualang dengan cerita novel, dihembus angin yang kerap menyapa riang. Ternyata, dikurung hujan bisa menyenangkan.🌾

Anak Muda Zaman Sekarang

"Lex, wahh sorry , ya. Jadi terlambat deh kuliah. Gara-gara bikin proyeksi penerimaan," Tami merasa menyesal sudah menyebabkan Alex, anggota timnya, harus menyelesaikan pekerjaan lewat waktu jam pulang padahal Alex ada jadwal kuliah. "Santai aja, lagi mbak. Anak muda itu tambah senang ada alasan ga masuk kuliah," seloroh Jordy, anggota tim nya yang lain. "Masak sih?" Tami masih menyesal, sementara sekilas dilihatnya Alex cengar cengir. Kegembiraan sangat terpampang jelas dari wajahnya. Kenapa Tami merasa menyesal? Iya, seharusnya dia bisa mengerjakan proyeksi itu sendiri. Pada zaman dia masih junior dulu, Tami merasakan sekali dukungan atasannya melanjutkan kuliah. Berbeda dengan teman-temannya yang sering ditahan pekerjaan, atasannya selalu memberi kelonggaran saat jam pergi kuliah tiba. Karena melanjutkan jenjang pendidikan, untuk pegawai lulusan diploma seperti dia, sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan. Karena itu, kalau sampai pada pos

berpuisi untuk mu

aku ingin duduk sambil menatap mata mu menyentuh dasar hati mu yang terdalam dan berkata, tolong lanjutkan perjuanganku. aku ingin duduk sambil menatap guratan wajah mu yang kerap siratkan ragu terbawa arus usia dan berkata, kamu bisa karena Allah bersama kamu dan aku. lalu aku ingin duduk di samping mu menyandarkan kepala ini di bahu mu dan berkata, aku sangat lelah. aku ingin kau meraih ku, membenamkan tangis ku dalam dada mu dan berkata, akan kutanggung beban mu.🌾

Atas nama ikhtiar

Ini tentang curhat saya mencari model pengobatan yang nyaman dan menenangkan. Nyaman, ketika kita bisa berobat dan berkonsultasi dengan dokter secara tenang, menenangkan karena observasi nya berdasar. Dahulu, sewaktu bpjs belum diwajibkan, perusahaan tempat suami bekerja mengasuransikan kami sekeluarga di perusahaan asuransi swasta. Saat itu, kami tak perlu khawatir ketika perlu penanganan darurat (walau sebatas versi kami). Contohnya, waktu si kakak yang berusia 2 tahun, panas selama 2 hari, ga mau makan, kepleset dan muntah-muntah, kami langsung bawa dia ke igd rs internasional. Rawat inap 3 hari, diinfus, pulang alhamdulillah sudah sehat. Ga perlu ditolak di puskesmas karena datang tengah malam sementara kondisinya bukan termasuk kriteria gawat. Setelah era bpjs, perusahaan suami 'hijrah' dan sejak saat itu, alhamdulillah sekeluarga kami sehat, cukup berobat ke klinik 24 jam yang terjangkau di dekat rumah. Lho ... kenapa engga ke puskesmas? Berobat ke puskesmas itu han