Postingan

Apakah Bunda Selelah Ini?

Alam sadar seolah menyuruhnya membuka mata. Spontan yang dilihat adalah jam dinding kamarnya, " Ya ampuun, masih jam tujuh kurang 15 menit aku kan masih bisa bangun lebih siang," batinnya. Hari Sabtu seharusnya jadi hari bermalas-malas sedunia. Tambahan lagi, kepalanya penat, tubuhnya letih, dan jiwanya lelah dalam sepekan. Lengkap sudah pembenarannya untuk menarik selimut lagi. Dengkuran keras suaminya seolah jadi musik pengantar tidur lagi. Ia mencoba menenangkan diri, menguasai alam sadarnya untuk mencoba rileks dan tidur lagi ... berhasil. Matanya terbuka lagi seiring nada dengkuran suaminya berganti. Antara penat dan sepat, malas dan sadar dia punya kewajiban setiap pagi, otaknya seperti tak mau dibujuk untuk rileks lagi. Hahh ... jam tujuh kurang sepuluh menit? Meski hanya lima menit tidur, ia harus bangun memulai hidup di hari itu. "Aku belum masak, gelas-gelas belum dicuci, pakaian kotor belum dieksekusi, bahan makanan seminggu sudah habis," sederet tugas ...

Ku Lihat Kau Bahagia

Engkau memancarkannya. Dari tawa yang selalu menghias wajah lelah mu. Saat kau bercanda dengan ombak, memeluk damai di gunung, atau  bermanja-manja dengan hijaunya sawah. Hatiku bungah melihatnya. Harusnya kau tahu. Lewat dingin pagi yang membuatmu terjaga untuk sholat, terik mentari yang membalut sepi mu jadi hangat, atau hembusan angin yang tak pernah lelah berbisik membujukmu untuk pulang. 🌾

Cerita Hujan

Secangkir kopi membujukku, "Bersahabatlah dengan hujan hari ini. Menggenapi pahit dan masamku yang terlanjur kau siram air panas." Seonggok novel bergegas mengamini, "Duduklah dekat jendela sambil membaca ceritaku. Puluhan purnama telah kau diamkan aku." Aku sudah melipat selimut dan awalnya hendak pergi. Tapi dingin hujan kadung memeluk erat. Rintiknya merdu jatuh di atap. Kenapa juga harus merutuki hujan? Toh, derasnya ditunggu banyak ciptaan Tuhan? Aku pun setuju untuk diam. Menghirup rasa kopi, berpetualang dengan cerita novel, dihembus angin yang kerap menyapa riang. Ternyata, dikurung hujan bisa menyenangkan.🌾

Anak Muda Zaman Sekarang

"Lex, wahh sorry , ya. Jadi terlambat deh kuliah. Gara-gara bikin proyeksi penerimaan," Tami merasa menyesal sudah menyebabkan Alex, anggota timnya, harus menyelesaikan pekerjaan lewat waktu jam pulang padahal Alex ada jadwal kuliah. "Santai aja, lagi mbak. Anak muda itu tambah senang ada alasan ga masuk kuliah," seloroh Jordy, anggota tim nya yang lain. "Masak sih?" Tami masih menyesal, sementara sekilas dilihatnya Alex cengar cengir. Kegembiraan sangat terpampang jelas dari wajahnya. Kenapa Tami merasa menyesal? Iya, seharusnya dia bisa mengerjakan proyeksi itu sendiri. Pada zaman dia masih junior dulu, Tami merasakan sekali dukungan atasannya melanjutkan kuliah. Berbeda dengan teman-temannya yang sering ditahan pekerjaan, atasannya selalu memberi kelonggaran saat jam pergi kuliah tiba. Karena melanjutkan jenjang pendidikan, untuk pegawai lulusan diploma seperti dia, sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan. Karena itu, kalau sampai pada pos...

berpuisi untuk mu

aku ingin duduk sambil menatap mata mu menyentuh dasar hati mu yang terdalam dan berkata, tolong lanjutkan perjuanganku. aku ingin duduk sambil menatap guratan wajah mu yang kerap siratkan ragu terbawa arus usia dan berkata, kamu bisa karena Allah bersama kamu dan aku. lalu aku ingin duduk di samping mu menyandarkan kepala ini di bahu mu dan berkata, aku sangat lelah. aku ingin kau meraih ku, membenamkan tangis ku dalam dada mu dan berkata, akan kutanggung beban mu.🌾

Atas nama ikhtiar

Ini tentang curhat saya mencari model pengobatan yang nyaman dan menenangkan. Nyaman, ketika kita bisa berobat dan berkonsultasi dengan dokter secara tenang, menenangkan karena observasi nya berdasar. Dahulu, sewaktu bpjs belum diwajibkan, perusahaan tempat suami bekerja mengasuransikan kami sekeluarga di perusahaan asuransi swasta. Saat itu, kami tak perlu khawatir ketika perlu penanganan darurat (walau sebatas versi kami). Contohnya, waktu si kakak yang berusia 2 tahun, panas selama 2 hari, ga mau makan, kepleset dan muntah-muntah, kami langsung bawa dia ke igd rs internasional. Rawat inap 3 hari, diinfus, pulang alhamdulillah sudah sehat. Ga perlu ditolak di puskesmas karena datang tengah malam sementara kondisinya bukan termasuk kriteria gawat. Setelah era bpjs, perusahaan suami 'hijrah' dan sejak saat itu, alhamdulillah sekeluarga kami sehat, cukup berobat ke klinik 24 jam yang terjangkau di dekat rumah. Lho ... kenapa engga ke puskesmas? Berobat ke puskesmas itu han...

Pulang

Pernah kau lihat film “The One” yang pemeran utamanya Jet Lee? Ketika duplikat yang jahat itu kalah dan terlempar ke dunia dimensi asalnya, raganya seperti tercabik-cabik. Kemudian, si duplikat jahat tersebut berpindah ke ‘alam’ yang entah dimana, harus terus menerus bertahan hidup dari serangan-serangan makhluk asal di ‘alam’ itu. Pernah kau fikirkan hidup mu sendiri untuk apa? Kenapa kau harus lahir ke dunia ini? Apa hebatmu sehingga terpilih mengemban misi ‘khalifah’? Pernah kah pula kau rasa langkah mu sudah gontai, beban yang kau tanggung terlalu berat, jalan hidup yang kau lalui begitu menyulitkan? Segala upaya yang kau lakukan tak kunjung berhasil, ikhtiar dan antasipasi selalu gagal. Sungguh tiada kemampuan lagi menghadapi hari ini yang belum kunjung berakhir dan esok yang masih akan tiba. Ahhh … melankolis sekali kau!! Tapi, begitulah. Lalu kau berkata, “Saya tidak sanggup lagi. Saya tidak meminta untuk terlahir, kenapa saya harus menghadapi kesulitan yang meremukkan tula...